Oleh: mujahid36 | 13 Maret 2010

Iman laksana pohon

Pohon di tangan

Nabi Muhammad pernah memperkirakan bahwa suatu saat nanti umat Islam layaknya hidangan makanan yang menarik begitu banyak mminat orang sehingga menjadi bahan rebutan. Pada saat itu jumlah umat Islam bukannya sedikit, melainkan sudah banyak. Namun jumlah yang banyak tidak menjadikan mereka sebagai kekuatan untuk bereksistensi. Malah adakalanya justru menjadi sasaran untuk ”dipermainkan” dan menjadi sasaran yang lezat untuk diperebutkan oleh golongan lain, yang mungkin lebih sedikit jumlahnya.

Iman adalah permata termahal

Sinyalemen itu akan terbukti manakala umat Islam hanya laksana buih di lautan. Begitu banyak jumlahnya namun hanya terombang-ambing oleh kemana arah arus berjalan. Tidak ada pegangan untuk menentukan arah sendiri. Karena aqidah yang kuat telah tercerabut dari mayoritas umat.

Padahal kita tahu bahwa sesuatu yang termahal, paling mahal, pada kehidupan seorang muslim adalah Iman dengan aqidah yang kuat. Karena iman adalah syarat mutlak keselamatan seorang muslim di dunia dan akherat.

Berapa banyak tersebar di Al Qur’an yang mensinyalir makna tersebut. Betapa Allah telah menjanjikan keselamatan dunia akherat bila iman menjadi panglima seorang muslim. Betapa pertolongan Allah akan senantiasa hadir bila iman terpatri erat di dada setiap muslim. Betapa akan sangat rugi orang yang mengabaikan iman, yang mencampakkan iman dari qalbunya. Karena hanya dengan imanlah dapat tersambung hubungan yang indah antara khaliq dengan makhluk.

Demi masa.

Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,

Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS Al ’Ashr : 1-3).

Apakah tidak cukup sumpah Allah menyadarkan kita semua bahwa satu-satunya jalan hidup yang harus kita tempuh adalah tetap menggenggam dengan erat keimanan kita ? Dalam perniagaan semua orang pasti berpendapat sama untuk tidak mengalami kerugian. Lha ini perniagaan dengan Allah yang mempertaruhkan seluruh hidup kita di dunia bahkan mempertaruhkan kehidupan kekal selamanya nanti di akerat. Maukah kita merugi ?

Iman laksana Pohon

Pohon adalah sumber kehidupan manusia di muka bumi. Pohon adalah paru-paru bumi, yang memberikan udara untuk kita menghirup kehidupan. Memberikan kesegaran di kala panas terik. Dan memberikan manfaat untuk manusia dari semua bagian tubuhnya. Dari rimbun dedaunan, ranting dan dahannya, aroma wangi daun dan batangnya, sampai kepada akar yang menyusup sampai dalam ke dasar bumi.

Iman adalah laksana pohon. Iman yang kuat laksana pohon yang rimbun dengan dahannya yang menjulang menembus ke langit. Serta akar-akarnya menyebar kokoh menopang tubuh dari terpaan angin kuat. Akar-akarnya mencari dan menyerap sari pati tanah untuk menghidupi dan menyuburkan pohon.

Sebuah pohon akan terus hidup apabila akar terawat dengan baik. Akar menghidupi pohon. Bagaimana jadinya bila akar tercerabut dari pohon dan meninggalkan batang dan dedaunan ? Tentu saja pohon akan menjadi layu dan akhirnya mati.

Tidakkah kamu perhatikan bagaimana Allah telah membuat perumpamaan kalimat yang baik[786] seperti pohon yang baik, akarnya teguh dan cabangnya (menjulang) ke langit,

Pohon itu memberikan buahnya pada Setiap musim dengan seizin Tuhannya. Allah membuat perumpamaan-perumpamaan itu untuk manusia supaya mereka selalu ingat.

Dan perumpamaan kalimat yang buruk[787] seperti pohon yang buruk, yang telah dicabut dengan akar-akarnya dari permukaan bumi; tidak dapat tetap (tegak) sedikitpun. (QS Ibrahim : 24-26)

[786] Termasuk dalam kalimat yang baik ialah kalimat tauhid, segala Ucapan yang menyeru kepada kebajikan dan mencegah dari kemungkaran serta perbuatan yang baik. kalimat tauhid seperti laa ilaa ha illallaah.

[787] Termasuk dalam kalimat yang buruk ialah kalimat kufur, syirik, segala Perkataan yang tidak benar dan perbuatan yang tidak baik.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: