Oleh: mujahid36 | 26 Januari 2010

DIMASJID HATIKU TERKAIT (kemana wahai anak muda) 2

mengapa kita harus akrab dengan masjid.

Salah satunya adalah pemuda yang hatinya terikat pada masjid akan MENDAPAT PERLINDUNGAN ALLAH PADA HARI YANG TIADA PERLINDUNGAN KECUALI PERLINDUNGAN-NYA.
Sebagaimana tertuang dalam sebuah hadits yang diriwayatkan Bukhari dan Muslim,

Berkata Abu Hurairah ra. : bahwa Nabi saw telah bersabda: “Ada tujuh kelompok yang akan mendapat perlindungan Allah pada hari yang tiada perlindungan kecuali perlindungan-Nya.
1). pemimpin yang adil,
2). anak muda yang senantiasa beribadah kepada Allah Azza wa Jalla, 3).SESEORANG YANG HATINYA SENANTIASA DPERTAUTKAN DENGAN MASJID
4).dua orang yang saling mencintai karena Allah, yakni keduanya berkumpul dan berpisah karena Allah,
5). seorang laki-laki yang ketika dirayu oleh seorang wanita bangsawan lagi rupawan lalu ia menjawab: “Sungguh aku takut kepada Allah”, 6).seseorang yang mengeluarkan shadaqah lantas di-sembunyikannya sampai-sampai tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diperbuat tangan kanannya,
7). dan seseorang yang berzikir kepada Allah di tempat yang sunyi kemudian ia mencucurkan air mata”.

HINGGA CINTA MASJID BUKAN SEKEDAR KATA…!!

Dibulan Ramadhan ini umat muslim berbondong-bondong shalat taraweh, sungguh indah dipandang mata dari anak-anak,remaja putra-putri, kaum ibu dan bapak-bapak. “Tapi, kemana mereka selama ini?”
Coba bila kita lihat di bulan selain Ramadhan masjid-masjid sepi apalagi masjid-majid kecil nyaris tidak ada jamaahnya kecuali sang marbot.

Diwaktu subuh bila kita dengar suara orang yang azan terasa sember dan bergetar karena yang azan adalah orang yang telah lanjut usia dan biasanya jamaah subuh orang-orang lanjut usia yang shaffnya tidak lebih dari 1 baris lalu kemana anak-anak mudanya, kemana orang-orang yang bila bulan Ramadhan berbondong-bondong taraweh di masjid.
Alangkah indahnya bila jamaah shalat subuh seperti jamaah shalat taraweh hari pertama.
Kecintaan kita kepada masjid membuat hati kita terpaut kepadanya sejak kita keluar dari masjid hingga kembali lagi ke masjid. Dan ketika hati telah benar-benar terpaut, benih-benih cinta yang lain akan bersemi. Kita akan menjadi orang yang rela berkorban untuk masjid, tergerak untuk turut membersihkannya, rajin mendatanginya, menghormati dan tidak menyalahgunakan masjid.
Masjid merupakan tempat yang harus kita cintai sebagaimana kita cinta pada rumah kita sendiri.
Oleh karena itu, perhatian kita kepada masjid harus selalu kita tingkatkan dari waktu ke waktu agar masjid tidak lagi merana seperti yang sekarang banyak terjadi…
Semua kembali kpd umat Islam sendiri. Mari ma’murkan masjid dengan IKHLAS hanya untuk mencapai rido Allah SWT


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: